Salah satu penghambat terbesar daya saing ekspor Indonesia—tingginya ongkos logistik domestik—mulai menunjukkan perbaikan terukur. Digitalisasi menyeluruh pada sistem operasi pelabuhan peti kemas berhasil memangkas dwelling time rata-rata dari 3,6 hari menjadi 2,1 hari pada semester pertama 2026.
Integrasi dokumen kepabeanan berbasis API langsung ke sistem ERP importir dan eksportir mengurangi waktu clearance hingga 45%. Bagi dunia usaha, percepatan waktu perputaran kontainer ini secara langsung menekan biaya demurrage dan mempercepat siklus konversi kas perusahaan manufaktur.