Industri Kreatif 3 Menit Baca 12 September 2026 pukul 23.53 WIB

Hilirisasi Kekayaan Intelektual (IP): Sektor Gim dan Animasi Nasional Tembus Kontrak Distribusi Global \$45 Juta

Reza Danuputra
Reza Danuputra Terverifikasi Redaksi

Lead Tech & Digital Policy Editor

Hilirisasi Kekayaan Intelektual (IP): Sektor Gim dan Animasi Nasional Tembus Kontrak Distribusi Global \$45 Juta
Dokumentasi Data / Visual Jurnalisme Notula Foto: Dokumentasi Riset & Arsip Nasional

Quick Takeaways & Poin Kunci

Pahami intisari keputusan dalam 30 detik sebelum ulasan teknis

30 Detik Paham
  • Studio kreatif independen Indonesia mengamankan kesepakatan co-publishing dengan publisher tier-1 di Tokyo dan San Francisco.
  • Skema pembiayaan berbasis hak kekayaan intelektual (IP Financing) perbankan nasional mulai menyalurkan kredit produktif perdana.
  • Dukungan insentif super tax deduction hingga 200% untuk pelatihan tenaga talenta 3D artist dan teknisi game engine.

Industri kreatif digital membuktikan posisinya bukan sekadar subsektor pelengkap, melainkan motor baru penerimaan devisa non-migas. Pada Gamescom dan Tokyo Game Show tahun ini, delegasi studio kreatif Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi bisnis dan kontrak lisensi senilai lebih dari $45 juta.

Dukungan pemerintah melalui Perpres Percepatan Industri Gim Nasional memberikan kepastian hukum bagi lembaga keuangan untuk menerima sertifikat hak cipta karya digital terdaftar sebagai agunan kredit perbankan berisiko terukur.

Reza Danuputra

Ditulis oleh Reza Danuputra

Mengkaji regulasi kecerdasan buatan, keamanan siber, dan investasi modal ventura Asia Tenggara.

Pertanyaan redaksi atau sanggahan data: redaksi@notula.id
0% Selesai Hilirisasi Kekayaan Intelektual (IP): Sektor Gim dan Animasi Nasional Tembus Kontrak Distribusi Global \$45 Juta
Notifikasi