Arus modal asing kembali membanjiri bursa saham domestik dengan pembelian bersih (net foreign buy) menembus Rp 8,4 triliun sepanjang pekan ini. Tren positif ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap kestabilan fundamental ekonomi makro Indonesia di tengah ketidakpastian suku bunga global.
Rotasi Portofolio Institusi
Meskipun saham-saham perbankan raksasa (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) tetap menjadi penopang utama likuiditas, manajer investasi mulai merotasi bobot portofolio ke sektor pendukung komputasi awan (AI readiness) dan kawasan industri terintegrasi.
- Kinerja Saham Finansial: Laba bersih empat bank terbesar berhasil tumbuh rata-rata 9,8% secara tahunan, ditopang oleh efisiensi digital banking dan cost of credit yang terkendali.
- Daya Tarik Data Center: Masuknya komitmen investasi hyperscale data center senilai lebih dari $3,2 miliar di kawasan Cikarang dan Batam mendorong lonjakan harga saham penyedia menara dan fiber optik.
Para analis merekomendasikan strategi buy on weakness pada saham-saham dengan rasio price-to-earnings di bawah rerata historis 5 tahun yang memiliki dividend yield di atas 5%.